Senin, 19 Januari 2009

surat ar-rum

Tafsir Quran: Surat Arrum ayat 41-45
Contributed by seindah_mentari
Friday, 27 April 2007


Pada ayat 41 kita telah membahas tentang: ketika manusia melakukan penyimpangan, maka hal itu berdampak pada penyakit dise
babkan karena penyimpangan itu, dan juga bencana yang berupa adzab dari Allah swt, dan adzab Allah tidak selalu pada penyimpan
gan yang dilakukan manusia, “agar Allah timpakan kepada mereka adzab bagi sebagian saja kesalahan mereka, agar merek
a kembali”.


Penyimpangan seperti ini merupakan sunatullah yang terjadi sejak dahulu dan akan terus terjadi. Allah Swt mengingatkan kepada ta untuk belajar dari kisah-kisah yang lalu agar bencana itu tidak terulang kembali, sebagaimana firman-
Nya dalam surat Arrum ayat 42:


“Katakanlah: berjalanlah kamu di muka bumi ini dan lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang terdahulu,”

Jika Kita melihat sebagaimana diceritakan dalam al-
Qur’an bahwa kaum nabi nuh karena kedurhakaannya kepada Allah, maka Allah Swt menenggelamkan mereka. Kisah lain akni bencana yang diberikan kepadabangsa Yaman dengan dikirimkan banjir yang besar sampai menggenangi kebun mereka sehi
ngga tamannya menjadi hutan, hal tersebut karena mereka tidak mau komitmen dengan perintah Allah Swt dan tidak bersyukur kepa
da-
Nya.Kalau kita melaksanakan haji atau umrah, kita bisa melihat di sana terdapat wadi’ muhasyir (lembah yang gersang) yan
g tidak ada seorangpun yang mau tinggal di sana bahkan sampai saat ini, di tempat itulah dimana Allah Swt mengirimkan burung il yang melemparkan tanah panas kepada Abrahah yang hendak menghancurkan ka’bah.
Pada ayat 42 ini selanjutnya, Allah SWT mengajarkan agar kita untuk senantiasa belajar dari kesalahan masa lalu, sebuah syair yebutkan bahwa janganlah kita masuk kelubang yang sama dua kali. Karenanya padaayat 43-
45 dijelaskan bagaimana kita bisa terhindar dari musibah itu.

“Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang Lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak PLQ
http://layananquran.com Powered by Joomla! Generated: 20 January, 2009, 14:39
apat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisahpisah.
Barangsiapa yang kafir Maka Dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan Barangsiapa yang beramal sale
h Maka untuk diri mereka sendirilahmereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan), Agar Allah memberi pahala kepada orangorang
yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.(Qs.Ar-
Rum:43-45)

Pada ayat 43 ”tegakanlah ayat yang lurus ini pada dirimu”. Ibnu Katsir menyebutkan tentang ayat ini bahwa Allah memerintahkan kita agar segera melakukan kebaikan dengan istiqomah, kalau saja terjemahannya dengan tekstual "hadapkanla
h wajahmu kepada agama ini", maka pesan yang disampaikan kurang nampak dan jelas. Imam Syaukani ketika menjelaskan ayat 3 ini, dengan hanya tuntutan melakukan kebaikan dengan bersegera, namun kita juga harus dituntut bersegera menyuruh melakuk
an ketaatan itu.
Sekiranya di lingkungan kita terdapat penyimpangan lalu kitamembiarkannya, misalnya: tetangga kita yang pecandu narkoba, yan
g mengakibatkan harta dirinya dan keluarganya habis yang digunakan untuk mendanai narkoba, ketika hartanya habis akan berda
mpak kepada tetanggayang lain. Begitu juga Allah Swt mengingatkan kita untuk segera melakukan kebaikan itu sebelum hari qiama
t tiba, baik kiamat shugra maupun kubra, yang mustahil tidak dapat ditolak setelah datangnya(azab).
Rasulullah Saw mengatakan: ”segeralah lakukan kebaikan sebelum datang
yang tujuh, dan puncaknya adalah kiamat, kemiskinan yang melupakan,
kaya yang menyimpang, atau sakit yang berkepanjangan atau usia lanjut yang berujung pada kebinasaan, atau datangnya dajjal ng bisa menyesatkan kita, atau kiamat.

Kita diingatkan Rasul Saw untuk segera berbuat kebajikan sebelum
datang masalah yang tujuh. Pada ayat ini Allah Swt menyebutkan qiamatnya, takutlah kamu terhadap hari kiamat bapak tidak meng
hiraukan anaknya, ketika kiamat itu terjadi maka manusia terkelompok-kelompok.
Ibnu katsir menyebutkan bahwa manusia itu terbagi menjadi dua golongan
pertama: ashabul jannah, dan yang kedua: ashabun nar, maka kedua golongan ini dirinci pada ayat 45 dan 46,
”Barangsiapa yang kafir Maka Dia sendirilah yang menanggung (akibat)
kekafirannya itu; dan Barangsiapa yang beramal saleh Maka untuk diri
mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan), Agar Allah memberi pahala kepada orangorang
yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar.
Difahami bahwa barangsiapa yang kafir maka dia akan menanggung dosanya itu dan ia tidak akan masuk sorga seseorang, sebalikn
ya orangyang mempersiapkan dirinya untuk masuk surga dengan melakukan perbuatan sholeh maka ia telah mempersiapkan dirin
ya untuk itu, Allah akan memberikan balasan kepada orang yang beriman dan beramal sholeh dengankarunia-
Nya (fadhl), fadhl merupakan pemberian yang melimpah, karenanya disebut ’fadhl’ artinya berlipat ganda.




Ibnu katsir menjelaskan bahwa Allah Swt memberikan balasan dengan berlipat ganda, tatkala pengorbanan seseorang itu dibutuhk
an maka AllahSwt akan memberikan balasan yang lebih besar dan berlipat-lipat ganda.




Karena itu, perlu kita memperhatikan ketika kita hendak masuk Masjid karena korelasi ayat diatas sangat relevan, kita berdo’
a: Allahummaftahli abwaba rahmatika, namun ketika keluar kita mengucapkan Allahuma inni abwaba min fadlika.
PLQ
http://layananquran.com Powered by Joomla! Generated: 20 January, 2009, 14:39
Dengan doa masuk dan keluar Masjid difahami ketika kita masuk Masjid, kita meminta kasih sayang Allah Swt, namun ketika keluar, ita meminta rizki kepada Allah. Hal ini ditunjang pula dengan giatnya kitadalam mencari rizki dan selalu berbuat kebaikan, karenanya
, Allah akanmenambahkan kebaikan kepada kita lebih lagi 700 kali lipat pahala-
Nya,ditambah dengan keikhlasan kita hanya mencari ridho Allah Swt.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar